BNI Catat Sejarah Baru di Indonesia! Bank Pertama Terbitkan AT-1 Bond Senilai Rp8,6 Triliun
Sejarah Baru dalam Industri Perbankan Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan sejarah baru dalam industri perbankan nasional. Pada tahun 2021, BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond senilai 600 juta dolar AS atau sekitar Rp8,6 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penguatan modal dan memperkuat struktur keuangan perseroan.
Penerbitan instrumen permodalan tersebut merujuk pada ketentuan Regulation S (Reg S), berdasarkan US Securities Act, serta didaftarkan di Singapore Stock Exchange. Surat berharga ini memiliki suku bunga 4,3 persen per tahun dan bersifat perpetual non-cumulative subordinated debt. Artinya, pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan dan memiliki karakteristik modal yang bersifat subordinasi.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini dilakukan untuk memanfaatkan peluang pengembangan bisnis yang terbuka. Selain itu, penguatan modal juga dimaksudkan untuk menambah bantalan dalam memitigasi risiko usaha yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.
Proses Penerbitan dan Dukungan Regulasi
Sebelum penerbitan dilakukan, BNI telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini menjadi langkah strategis untuk memitigasi risiko usaha yang mungkin muncul di tengah situasi yang tidak pasti. Pernyataan ini disampaikan oleh Novita Widya Anggraini, yang lahir pada tahun 1976, saat mengungkapkan rencana penerbitan tersebut.
Pada tanggal 16 September 2021, BNI telah menyelesaikan roadshow dan pricing AT-1 Capital Securities. Selama proses bookbuilding (penawaran awal), BNI menerima permintaan yang melebihi target. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk penguatan modal, peningkatan pembiayaan, pendanaan umum perseroan, serta memperkuat komposisi struktur dana jangka panjang.
Tujuan dan Manfaat Penerbitan
Penerbitan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 menjadi langkah penting bagi BNI untuk melompat dan bergerak lebih cepat. Dalam kondisi normal, pemenuhan modal seperti ini biasanya hanya dapat dipenuhi pada tahun 2025. Dengan adanya penerbitan ini, BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang berhasil melakukan hal tersebut.
Selain itu, penerbitan ini juga menunjukkan kemampuan BNI dalam menarik minat investor publik asing. Instrumen permodalan ini ditawarkan kepada para investor internasional, yang memberikan dampak positif terhadap reputasi dan kredibilitas BNI di pasar global.
Perkembangan Sektor Pariwisata Indonesia
Selain perbankan, sektor pariwisata Indonesia juga mencatatkan perkembangan signifikan. Pada tahun 2025, sektor pariwisata berhasil melampaui target dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional. Berbagai kebijakan dan program yang diluncurkan telah membantu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Indonesia juga berhasil meraih penghargaan "Experiential & Cultural Tourism Award" di OTM Mumbai 2026. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pariwisata budaya dan pengalaman yang unik semakin diminati oleh wisatawan internasional.
Upaya Meningkatkan Kebersihan Laut
Kebersihan laut menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Berbagai program dan inisiatif dilakukan untuk menjaga lingkungan laut agar tetap bersih dan menarik bagi wisatawan. Salah satu contohnya adalah program Gerakan Wisata Bersih di Pantai Parangtritis dan Kota Tua Jakarta.
Dialog antara kalangan industri dengan Menteri Pariwisata juga dilakukan guna menyamakan persepsi dan memajukan pariwisata nasional. Keterlibatan aktif pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas.
Penutup
BNI dan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang positif. Melalui inovasi dan kolaborasi, kedua sektor ini terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan langkah-langkah strategis dan dukungan dari berbagai pihak, Indonesia siap menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan berkelanjutan.