Kepala Angkasa Pura Dukung Pembangunan Wisata Likupang
Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado untuk Mendukung Pariwisata Likupang
Pengembangan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado, yang dilakukan oleh Angkasa Pura Airports. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna bandara, tetapi juga mendukung pengembangan destinasi wisata Likupang sebagai salah satu dari 10 destinasi super prioritas nasional.
Progres Pengembangan Bandara
Sejak proyek dimulai pada 9 Maret 2020, pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado telah mencapai 62,7 persen hingga 8 November 2020. Dengan anggaran sebesar Rp447,5 miliar, proyek ini melibatkan perluasan terminal penumpang dari 26.481 meter persegi menjadi 57.296 meter persegi. Perluasan ini akan meningkatkan kapasitas terminal menjadi 5,7 juta penumpang per tahun, dibandingkan sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun.
Selain itu, fasilitas-fasilitas modern seperti tambahan fixed bridge dari 3 unit menjadi 5 unit, konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit, serta area parkir yang diperluas juga menjadi bagian dari proyek ini. Area parkir kendaraan roda empat akan mampu menampung hingga 650 kendaraan, sedangkan untuk roda dua meningkat dari 734 menjadi 760 unit.
Kontribusi terhadap Pariwisata Likupang
Likupang, yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas, memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan mancanegara. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulawesi Utara pada 2025. Pengembangan Likupang di atas lahan seluas 396 hektar diharapkan dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang atau berkontribusi sebesar 16 persen dari total target tersebut.
Dengan pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado, aksesibilitas ke Likupang akan lebih mudah dan efisien. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan industri pariwisata di wilayah tersebut, terutama dalam menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19 yang sempat menghambat aktivitas pariwisata.
Desain Terminal yang Menggabungkan Tradisi dan Modernitas
Desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado dirancang dengan mengombinasikan konsep tradisional dan modern. Sentuhan tradisional terlihat dari motif batik Tarawesan Pareday yang diwujudkan dalam bentuk geometris, merepresentasikan simbol gelombang kehidupan manusia. Sementara itu, sisi modern terlihat pada fasilitas-fasilitas yang berstandar internasional.
Bandara ini juga memiliki nilai kepuasan pengguna jasa (Customer Satisfaction Index) sebesar 4,75 menurut Airport Council International pada 2019. Ini menunjukkan bahwa pengguna jasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Bandara ini juga berada di peringkat 11 dari 78 bandara di seluruh dunia dengan kategori 2 sampai 5 juta penumpang.
Tantangan dan Peluang Jangka Panjang
Meskipun saat ini industri pariwisata menghadapi tantangan akibat pandemi, potensi pertumbuhan jangka panjang tetap tinggi. Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Utara.
Selain Bandara Sam Ratulangi Manado, terdapat tiga bandara lain yang ditargetkan selesai pengembangannya pada 2020-2021, yaitu Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Keempat bandara ini akan berkontribusi dalam memperluas akses menuju destinasi-destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Kesimpulan
Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado merupakan investasi penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Dengan perluasan dan modernisasi fasilitas, bandara ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para penumpang, tetapi juga memperkuat posisi Likupang sebagai destinasi wisata utama. Proyek ini menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dan swasta dalam memajukan sektor pariwisata yang berkelanjutan.